Pemkot Anggarkan Rp 1,3 M (Kamis,12 Februari 2009 08:04:22)
Diketahui, Kota Bengkulu hanya mendapat kuota Jamkesmas dari pusat sebanyak 49.892 jiwa. Sedangkan, jumlah orang miskin di Kota mencapai 82.000 jiwa lebih. Pemkot telah menganggarkan dana Rp 1,3 M dan di Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset (DP2KA) untuk mengkafer 32.108 jiwa yang tak dapat jatah APBN.
“Hanya saja, sosialisasi tentang bagaimana prosedur mendapat Jamkesmasda yang masih minim. Sehingga, masyarakat miskin resah, saat mereka jatuh sakit. Sementara, kartu Jamkesmas tidak ada, biaya berobat mahal,” papar Ketua Yayasan Kelompok Kerja Untuk Masyarakat (KKUM) Al-Hikmah ini.
Sementara, warga miskin yang berupaya mencari kartu pengganti, sudah terbentur kebijakan PT Askes. Pergantian kartu Jamkesmas sudah ditutup sejak 31 Desember lalu. “Lantas bagaimana nasib orang miskin? Kartu pengganti tidak ada, jaminan kesehatan juga tidak ada. Sedangkan UUD 1945 mengingatkan, fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh Negara,” protesnya.
Ketika dikonfirmasi, Kadis P2KA Kota, Drs. Rusli Zaiwin, MM didampingi Sekretarisnya, Syaferi Syarif, SH, MM membenarkan adanya mata anggaran untuk Jamkesmasda di dinas mereka. Sebagai salah satu program Pemkot untuk mengatasi masalah kesehatan warga miskin. “Namun, Dinas P2KA hanya bersifat seperti dompet. Sedangkan, teknis pencairannya ada Dinas Kesehatan. Sebab, program ini merupakan program dari Dinkes Kota,” papar Rusli Zaiwin diamini Syaferi Syarif.
Sehingga, lanjut Syaferi Syarif, dinasnya hanya bersifat menunggu. Tergantung dari program Dinas Kesehatan. Apakah menggunakan sistem perorangan, atau pengajuan berkelompok. “Meski uangnya ada di dinas kami, namun proses pencairannya tetap di dinas teknis. Silahkan masyarakat ke Dinas Kesehatan,” ujarnya.
Sebelumnya, Kadis Kesehatan Kota, dr. H. Supardi, MM membenarkan, jika pernah mengusulkan anggaran untuk menampung sisa warga miskin yang tak tercover Jamkesmas. Dinkes hanya mengelola verifikasi klaim Jamkesmasda. Namun, proses pencairannya belum pernah dibicarakan.
Sebelumnya, sebanyak 23 KK warga Kampung Kelawi protes tak terdaftar sebagai peserta Jamkesmas. Padahal mereka tergolong warga tidak mampu. Akibatnya, saat berobat ke RSUD M. Yunus, mereka dikenakan biaya layaknya pasien umum.(joe)
Sumber: Harian Rakyat Bengkulu
Yayasan Lembak adalah sebuah lembaga swadaya masyarakat yang dibangun atas dasar keinginan memperjuangkan Hak-hak adat masyarakat Suku Lembak, didirikan pada tahun 1999. Terimakasih.
______________________________________________________________________________
Kamis, 12 Februari 2009
Home »
» JAMKESMASDA = Jaminan Kesehatan Masyarakat Daerah
JAMKESMASDA = Jaminan Kesehatan Masyarakat Daerah
Postingan Populer
-
Pengantar Tulisan ini adalah terjemahan dari naskah berbahasa Melayu yang telah di tulis dan di dibukukan oleh R.H.M Ilyas dalam huruf Arab,...
-
(Photo adalah Kantong Semar yang ditemui di Danau Dendam Tak Sudah) Tanaman ini termasuk dalam Genus Nepenthes (Kantong semar, bahasa Inggri...
-
Pakai Adat Pengantin Suku Lembak Bengkulu photo by usman yasin Suku Lembak adalah salah satu suku asli yang ada di Kota Bengkulu. Dala...
-
UU No. 11 Tahun 1974 Tentang Pengairan Pasal 1. Ayat 5 "Pengairan"adalah suatu bidang pembinaan atas air, dan atau sum...
-
Photo by usman yasin BUNGA RAFFLESIA Rafflesia Arnoldii adalah salah satu jenis flora unik Indonesia yang dinobatkan sebagai "puspa lan...
-
PENDAHULUAN Latar Belakang Masyarakat Indonesia yang terdiri dari berbagai macam Suku bangsa dimana setiap Suku memiliki kebudayaan yang ber...
-
Selasa, 30/12/2008 15:42 WIB Gubernur Bengkulu Diimbau Kembalikan Uang Korupsi Dispenda Rp 27,3 M Novia Chandra Dewi - detikNews Jakarta - G...
-
Sebagai mana halnya suku bangsa lain, maka tujuan perkawinan bagi Suku Lembak dapat dibagi menjadi dua kelompok: Tujuan Biologis Untuk melan...
-
SUKU LEMBAK KOTA BENGKULU & SEKITARNYA Ir. Usman Yasin, M.Si. ( Dosen Universitas Muhammadiyah Bengkulu) Masyarakat Indonesia yang terdi...
-
Kemiringan Sumbu Bumi dan Posisi Bumi - Matahari Selama Setahun Agroklimatologi (Klimatologi Pertanian) adalah kajian tentang hubungan antar...






Semestinya sistem pengajuan Jamkesmas Harus Transparan bukan malah disembunyikan. Prosedurnya semestinya harus jelas dan disosialisasikan ke kelurahan pada tingkat operasonal. Ini harus dilakukan untuk meningkatkan pelayanan publik.
BalasHapus