DAUR HIDUP dari lahir hingga meninggal dunia
Daur Hidup Suku Lembak Bengkulu. Buku ini menggambarkan bagaimana sebenarnya 'adat istiadat yang terdapat dalam masyarakat Lembak serta beberapa variasinya antara suatu wilayah dengan wilayah lain, yang terjadi sejalan dengan perkembangan zaman dengan adanya pengaruh modernisasi sehinggga apa yang ada dalam masyarakat sekarang ini.
Lokakarya Penyusunan Kamus Bahasa Lembak - Bahasa Indonesia
Yayasan Lembak adalah sebuah lembaga swadaya masyarakat yang dibangun atas dasar keinginan memperjuangkan Hak-hak adat masyarakat Suku Lembak pada tahun 1999, karena ranah perjuangan yang bersentuhan dengan kasus-kasus lingkungan hidup dan sumberdaya alam yang pada akhirnya persoalan mengarah pada kebijakan maka akhirnya Yayasan Lembak juga konsen pada persoalan semua nasib kaum tertindas dan dimarginalkan. Persoalan yang muncul yang dialami masyarakat juga disebabkan kasus-kasus Korupsi anggaran APBD dan APBN, akhirnya Yayasan Lembak juga berada pada Garda Depan melakukan perlawan terhadap kasus-kasus Korupsi, sebuah Gerakan yang pernah digagas oleh pendiri sekaligus ketua Yayasan Lembak, yaitu dengan Gagasan Gerakan 1.000.000 Facebookers dukung Bitchan, yang menjadi trent topik dimedia massa dan dunia maya. Ayo dukung terus berlanjut aktivitas perjalanan Yayasan Lembak Bengkulu. Semoga informasi ini bermanfaat untuk kita semua, Terimakasih.
6/24/2013
BENGKULU, BE
– Wajar saja Kementerian Perdagangan RI menghentikan kucuran dana
sebesar Rp 24 miliar untuk pembangunan tahap III Pasar Percontohan
Nasional (PPN) Panorama, Kota Bengkulu. Hal ini dikarenakan kondisi
pasar tersebut amburadul, pembangunannya tidak sesuai dengan site plan
pembangunan yang diinginkan pemerintah pusat.
Pasar Panorama Amburadul dan di Kontrol "MAFIA?"
Senin, 24 Juni 2013
Amburadulnya pasar tersebut, terungkap saat sejumlah anggota dan
pimpinan DPRD Kota Bengkulu didampingi Kadis Perindag, Ir Yalinus
melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke pasar tersebut, kemarin siang.
6/11/2013
Terintimidasi, Keluarga Ujang Ali Minta Perlindungan Dewan
Selasa, 11 Juni 2013
![]() |
| Pertemuan di DPRD Kota Bengkulu (RB) |
Sengketa
lahan antara keluarga Ujang Ali dengan satuan Brimobda Bengkulu kembali
berlanjut. Merasa terintimidasi, keluarga Ujang Ali meminta perlindungan
DPRD Kota Bengkulu sekaligus meminta DPRD Kota memfasilitasi
penyelesaian sengketa lahan tersebut.
Kedatangan Ujang Ali didampingi Yayasan
Lembak dan tokoh masyarakat setempat diterima Wakil Ketua I DPRD Kota
Bengkulu, Nurman Sohardi, SE dan dihadiri anggota DPRD Kota Sutardi, SH,
Nuharman, SH, Syamsul Azwar, SH, MH, Evi Permatasari, SH, MH dan dr.
Anarulita.
Langganan:
Komentar (Atom)
Rumah Budaya Lembak
REKONSTRUKSI RUMAH TUE (RUMAH ADAT LEMBAK)

