Berita Terkini:

Test CPNS: Masyarakat Tertipu Lagi

Senin, 22 Desember 2008

He he.. Masyarakat Takicu Lagi

BENGKULU – Sejak awal Wagub HM Syamlan Lc tidak bisa menjamin tes CPNS di lingkungan Pemprov, Pemkab/Pemkot berlangsung bersih. Kendati nilai diumumkan, namun tidak ada yang menjamin tes CPNS bersih. Bahkan setiap tahun tes CPNS selalu menyisakan masalah.

Lantas masyarakat dan peserta tes takicu (tertipu) lagi? Bisa iya, bisa juga tidak. Yang terjadi saat ini, masing-masing kepala daerah mengklaim tes CPNS di daerahnya paling bersih. Bahkan Bupati Seluma, Murman Effendi dengan keras mengkritik Wagub, HM Syamlan Lc karena Pemprov tidak mengumumkan nilai seluruh peserta tes.

Terkait tudingan Asbun (asal bunyi) yang dialamat kepadanya, Wagub HM. Syamlan Lc, mengaku hanya sebagai hamba Allah yang dhaif (manusia biasa yang lemah). “Saya bisa saja dibohongi, ditipu dan dikhianati,” jelas Wagub.

Di tengah ketidakpercayaan masyarakat terhadap kemurnian tes CPNS, Wagub tetap optimis. Jika atas izin Allah, masyarakat juga tak akan terus menerus bisa dikhianati. Semakin hari rakyat semakin cerdas. “Insya Allah, jelas siapa yang benar dan siapa yang dusta. Siapa yang sungguh-sungguh dan siapa yang sekadar cari muka,” sindirnya penuh makna.

Wagub menyerukan agar semuanya bermunajat kepada Allah. Supaya para pejabat dan siapa saja yang berbuat jahat, curang dan khianat, dibuka pintu hatinya. Agar mau bertobat. “Atau dihancurkan oleh Allah yang maha kuasa. Saya dan masyarakat bisa saja dibohongi. Tetapi Allah itu maha mengetahui lagi maha kuasa. Maka Allah tak mungkin bisa ditipu dan tak akan bisa dibohongi,” ujarnya.

Pengamat Hukum Universitas Prof. Hazairin, Syafuan Dani, SH, M.Hum ikut meragukan tes CPNS tahun ini. Gembar-gembar kepala daerah untuk melaksanakan tes CPNS dengan bersih dan bebas KKN, hanya slogan belaka.

Dia menyarankan agar pemda yang belum mengumumkan nilai secara keseluruhan agar segera mengumumkan ke media. Apabila tidak, tetap menjadikan preseden buruk bagi pemerintahan. Walaupun, diketahui ada satu dua orang yang lulus murni. “Jangan tunggu sampai masyarakat apatis (tidak peduli, Red). Sebab, jika masyarakat sudah apatis, dipastikan pembangunan bakal terhambat,” ingatnya.

Dari informasi yang RB himpun, penggunaan sistem komputerisasi dalam pemeriksaan LJK (lembar jawaban computer), tetap ada peluang jika ingin melakukan kecurangan. Terlebih UI, UNJ dan Unpad hanya sebatas koreksi LJK dan tidak bertanggungjawab dalam menentukan kelulusan.

Karena yang berhak menentukan kelulusan adalah Gubernur, Bupati dan Walikota sebagai PPK (pejabat pembina kepegawaian. Kewenangan Gubernur, Bupati dan Walikota ini tertuang dalam peraturan kepala BKN No 20 tahun 2007 tentang penyelenggaraan tes CPNS.

Lagi pula dengan sistem komputerisasi, jika nilai diubah maka rangkingnya secara otomatis akan berubah. Toh, saat perangkingan tidak ada yang melakukan pengawasan. Kalaupun ada wartawan yang memantau, hanya sebatas saat koreksi LJK. Setelah itu semuanya serba rahasia dikendalikan oleh panitia dan pejabat terkait.

Dikutuk Allah

Ketua Forum Komunikasi Da’i Muda Indonesia (FKDMI)
Provinsi Bengkulu, Junni Muslimin, MA menegaskan, berdasarkan hadist nabi, praktik sogok-menyogok adalah haram. Baik pemberi sogok, maupun penerima sogok sama-sama dijanjikan neraka. “Ingat, walaupun tidak terbukti di pengadilan negara, namun hukum Allah tetap berlaku,” katanya.

Selain itu, lanjut Junni Muslimin, praktik sogok-menyogok menjadi sumber kehancuran. Bila saran ustad maupun ulama sudah tidak lagi didengar, Tuhan bisa murka. Namun, azab Tuhan tidak hanya menimpa pelaku yang berbuat salah. Tapi, semua masyarakat bisa kena dampaknya. “Agar terhindar, ikutilah anjuran para ustad, da’i, ulama dan sebagainya. Sebab, dasar yang digunakan adalah Al-Quran dan hadist,” tandasnya.

Apalagi, lanjutnya, dalam tes CPNS kali ini, tidak ada disyaratkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) untuk menjadi peserta tes. Padahal, dengan syarat IPK, sudah menjadi seleksi dalam mencari bobot PNS yang dibutuhkan. “Untuk apa mahasiswa mengejar cumlaude (lulus dengan pujian dengan IPK di atas 3,5). Toh yang lulus, bukan berdasarkan seleksi yang ketat,” tanyanya.

Wakil Gubernur yang juga dikenal sebagai ustad, HM. Syamlan, Lc kembali mengingatkan, selain sogok-menyogok hukumnya haram, dan diancam dengan kutukan Allah, praktik itu juga zalim.

“Orang yang menjadi PNS semata-mata karena menyogok sehingga menggusur orang yang sebenarnya berhak menjadi PNS, ini sama dengan mengambil hak orang lain. Orang yang mengambil hak orang lain dengan cara haram, maka sampai kapanpun hak yang diambilnya itu menjadi haram,” papar ustad Syamlan.

Sehingga, tambahnya, berhati-hatilah jangan sampai menjadi PNS dengan merebut hak orang lain secara haram. Karena gaji dan pensiun yang diterimanya bisa haram. Sebab, jika dari awal sudah tidak benar, maka bisa dipastikan proses dan hasilnya juga tidak benar. Na’udzu billahi min dzalik,” ungkap Syamlan. (joe)

Harian Rakyat Bengkulu, Senin, 22-Desember-2008, 12:46:06
Share this Article on :

5 Komentar:

Anonim mengatakan...

Komentar: Kepada Yth. Wagub HM Syamlan LC

Memang wagub sejak awal tidak berani menjamin test CPNS di Provinsi Bengkulu akan berjalan fair dan murni.

Nah persoalannya setingkat Wagub saja tidak yakin murni apalagi masyarakat? Bukankah pada saat pelaksanaan Test dan Pengumuman Hasilnya Bapak HM Syamlan sedang menjabat sebagai Gubernur walaupun hanya PLT. Ini semestinya dimanfaatkan untuk merubah situasi menjadi lebih baik. Bukahkah kekuasaan pada masa itu ada ditangan Wagub? Terus apalagi yang bisa kami harapkan, kalau yang punya kekuasaan saja tidak mampu berbuat.

Kalau saya sebagai PLT pada saat itu, dengan kekuasan yang saya miliki, kalau panitianya tidak mau mengikuti teriakan masyakarat dan itu juga keinginan yang CUMA OMONG DOANG dari Wagub. Saya akan ganti Panitianya dan akan saya tunjuk UNIB sebagai pembuat dan pengoreksi soal test CPNS.

Kesimpulan sementara, Bapak HM Syamlan cuma mampu NGEDUMEL kata orang jawa. Besak Ota kecek orang Bengkulu. Bukankah ketika melihat kemungkaran maka lakukan perubahannya dengan tanganmu, lisanmu dan terakhir cuma dalam hati. Artinya Ustat tidak memanfaatkan kesempatan dengan Kekuasaan yang dimiliki sebagai Sebagai PLT Gubernur tidak mau menegakkan NAHI MUNGKAR. Ustat kalau berdakwah mengajak orang berbuat baik memang gampang, tetapi NAHI MUNGKARNYA ternyata ustat juga Gagal. Katanya mau mundur??? apa yang bisa dipegang dari seorang pemimpin kalau tidak dari janji dan omongannya. Walhualam.

Maaf ustat ini kritik untuk koreksi. Salam buat PKS, mana kritiknya. Bukankah multiyears tidak ada yang beres? bukankah banyak proyek tanpa tender, bahkan banyak yang belum di APBD tapi jalan duluan.

Saran untuk ustat kalau dengan kekuasan yang dimiliki tidak mau berkonflik dan menenej konflik udah deh? jadi usatat aja, susah memang melawan Birokrasi yang sering menjebak. Apalagi ustat tidak tegas.

Suherman mengatakan...

Romi Satria Wahono pernah menulis tentang PNS. Coba baca di sini. Mas Romi sendiri saat ini telah keluar dari LIPI dan memilih untuk berdjoeang dari luar sistem dalam pembenahan Indonesia. Ia ceritakan pula hal itu di sini.

Saya juga berpikir, daripada meributkan masalah sogok menyogok oleh CPNS dan permintaan untuk dibayar oleh "oknum" pejabat pemerintah, lebih baik berkarya saja di luar sistem pemerintahan. Namun, saya tetap menghargai mereka yang memilih menjadi PNS, namun jujur.

Tabik,
--
S A H E R M A N
http://serunai.blogspot.com | http://gadogadohening.blogspot.com
YM: sarman_koe | Skype: Hermankoe

Vina Susanti mengatakan...

hidup didunia sekarang emang penuh intrik dan......
susahnya jadi kaum yang lemah.....
tetapi walaupun kaum lemah..kenapa warga bengkulu masih saja mau jadi pns, yang mereka sendiri tahu klo mo jadi pns itu tidak murah....
setelah mereka menjual kerbau untuk menyekolahkan anaknya hingga menjadi sarjana...lalu
setelah menjadi sarjana mereka jual sawah/kebun untuk dapat jadi pns....

begitu hebatnya kah, seseorang setelah menjadi pns.....????
adakah kebanggaan seseorang menjadi pns.....????
klo menurutku tidak.....
matilah kreatifitas seseorang setelah dinyatakan jadi seorang pns....

bagun pagi...mandi, apel pagi..nongkrong2 dikantor...
jalan2 pake baju dinas....motor, mobil dinas....
seperti itulah.....
setiap bulan dapet gaji dari kaum lemah yang membayar pajak negara

yang aku tahu...pns sekarang banyaklah hanya nongkrong dikantor...tanpa ada kerjaan...
tetapi....kenapa setiap tahun...di indonesia...sempitnya dibengkulu saja selalu ada penambahan jumlah pns.....???
mo kerja apa mereka????

atau setelah mereka masuk jadi pns.....
mungkinkah mereka akan berfikir BALIK MODAL????
Darimana mereka dapat modal kembali...
klau tidak......KORUPSI...

pertanyaan diatas..adalah kegundahan hatiku melihat fenomena yang terjadi sekarang....
beruntunglah..orang yang tidak mau menjadi pns....
masih banyak yang bisa dikerjakan untuk mengabdi untuk negara kita tercinta ini.....tanpa harus menjadi seorang pns.....

benar tidak????

"Vina Susanti" vina4s3@gmail.com

Muchlisin mengatakan...

Yup setuju sekali, kekuasaan yang diamahkan harus digunakan dengan baik...berkata2 dan berkoar2 tanpa adanya tindakan yang real sama juga dengan boong...semoga warga bengkulu tidak hanya menggantungkan hidupnya dengan menjadi PNS.

M U C H L I S I N
http://idecapung.co.cc

Suherman mengatakan...

Ha ha ha....

dari dulu sama saja kondisinya. "Kalau lagu-lagu Iwan Fals tahun 80-an masih relevan, bukan karena ia mampu menganalisa kondisi Indonesia sekian puluh tahun mendatang, tapi karena Indonesia belum berubah hingga sekarang", demikian kata teman baik saya sekitar 6 tahun lalu. Sekarang ia membuktikan kalau ia bisa bekerja di sebuah lembaga internasional CIFOR, dan tak berminat jadi PNS.

Mengenai Bupati Seluma itu, saya tahu betul salah seorang yang ia tugaskan untuk mengumpulkan uang dari para pendaftar CPNS. Saya muak melihatnya meski masih ada hubungan saudara. Tapi begitulah, meski sudah dinasihati, tetap saja melakukannya. Ya... di akhirat nanti setiap orang mempertanggungjawabkan perbuatan masing-masing memang. Dan sebagai bentuk selemah-lemahnya iman, saya hanya bisa mendoakan.

Saya sendiri sampai saat ini masih belum mau jadi PNS, tak hanya ingin menghindari godaan utk korupsi di lingkungan pemerintah itu, tapi utamanya karena persyaratan SURAT KETERANGAN BERKELAKUAN BAIK, TIDAK PERNAH MELAKUKAN TINDAK KRIMINAL, ATAU TIDAK TIDAK TERLIBAT TINDAK MAKAR PADA NEGARA itu. Gila..... saya yang selalu berusaha untuk jadi warga negara baik-baik selalu dicurigai oleh Negara. Dan setiap orang harus mendapatkan keterangan sebagai orang baik dari kantor polisi yang jelas-jelas banyak koruptornya.

Saya memiliki pengalaman kurang baik dengan para PNS di lingkungan departemen-departemen di Pusat yang saya posting di sini. Saya tak menyimpulkan semua PNS berperilaku buruk dan koruptor. Saya mengenal beberapa PNS, pejabat pemerintah, baik di Bengkulu maupun di Pusat, yang masih tetap bertahan dengan sikap menolak korupsi dan mengutamakan tugasnya sebagai pelayan masyarakat (Civil Servant). Saya sangat menghargai mereka ini.

Kalau masalah korupsi begini, ada baiknya sanak kito dari ICW, Abdullah Dahlan, ikut menuliskan pengalaman pemantauannya di milis ini. Ayo bang Doel... diam saja dari dulu. Ngomong dikit napa????


Salaam,
-- S A H E R M A N http://serunai.blogspot.com Visit Bengkulu Visit Simpang Limo http://simpanglimo.blogspot.com

Posting Komentar

 

© Copyright Yayasan Lembak Bengkulu 2010 -2011 | Design by: Usman Yasin.