Bengkulu (ANTARA News) - Warga Kelurahan Dusun Besar, Kota Bengkulu, mengkhawatirkan tanggul bendungan "Danau Dendam Tak Sudah" terancam jebol, akibat dilalui truk angkutan batu bara.

"Setiap kali truk berkapasitas besar itu lewat terasa sekali getarannya bahkan beberapa bagian badan jalan sudah retak-retak," kata seorang warga, Baharudin, di Bengkulu, Senin.

Ia mengatakan, usai Lebaran ini, angkutan truk batu bara itu lewat pada siang dan malam hari, padahal jalur angkutan batu bara sudah ditentukan melewati Kembangseri-Air Sebakul.

Namun tetap saja sopir truk membandel, dan karena tidak ada larangan dari pihak berwajib, melewati jalan di danau itu sehingga berpotensi mengalami putus akibat beban berat.

Dikhawatirkan, pada musim penghujan di penghujung tahun 2012 ini, retakan jalan itu terisi air dan berpotensi akan longsor.

Apabila jalan wisata pada tanggul danau itu jebol, menurut warga setempat, akan berdampak besar pada kehidupan ribuan petani sawah di bagian hilirnya.

Selama ini, air danau itu menjadi satu-satunya sumber air irigasi teknis ribuan hektare areal persawahan petani beberapa kelurahan daerah itu.

Penahan air danau itu adalah tanggul sekaligus menjadi jalan wisata, namun sejak beberapa tahun silam menjadi jalan perlintasan truk angkutan batu bara.

"Kami mengharapkan pihak berwenang untuk menindak sopir batu bara yang melintasi jalan tersebut, bila tidak dilakukan, masyarakat yang akan menertibkannya," ujar warga itu pula.

Seorang pedagang makanan dan minuman di kawasan Danau Dendam itu, Ny Maznah mengatakan, sejak jalan itu dilintasi truk batu bara terjadi retakan pada bagian pondasinya yang kebetulan berada di bawah warungnya.

Setiap truk lewat, tanah itu runtuh perlahan dan dikhawatirkan bila tiba musim penghujan, retakan itu menjadi besar dan tergerus air, ujar dia pula.

Seorang pengunjung pada objek wisata Danau Dendam, Romi mengatakan, setiap kali truk batu bara lewat terasa getaran cukup kuat seakan terjadi gempa.

Selain itu, kondisi jalan aspal di lokasi itu rusak dan mengganggu lalu lintas terutama bagi pengguna sepeda motor. (Z005/B014)