Berita Terkini:

KONFLIK DI BENGKULU TENGAH

Selasa, 25 November 2008


Gambar Kantor Camat Pagarjati Terbakar

Satu per satu fasilitas negara/perkantoran di wilayah Benteng terbakar. Jika sebelumnya UPTD Diknas Talang Empa t dibakar, kemarin giliran Kantor Camat Pagar Jati ludes terbakar. Jika aparat kepolisian tidak cepat bertindak, diperkirakan seluruh fasilitas negara di Benteng akan dibumihanguskan.

Sama seperti kebakaran UPTD Diknas. Kebakaran di kantor camat terjadi pada dinihari disaat warga terlelap tidur. Tepatnya pukul 01.35 WIB. Semua berkas adminsitrasi pemerintahan hangus terbakar. Tak ada barang tersisa yang dapat diselematkan. Kerugian ditaksir mencapai Rp 500 juta lebih.

Sengaja dibakar atau terbakar? Inilah yang masih dalam penyelidikan kepolisian. Kebakaran beruntun yang menghanguskan fasilitas negara terjadi disaat warga menolak Bupati Caretaker, Bambang Suseno. Sejumlah warga Benteng tetap mengingikan Sadikin yang menjadi Bupati caretaker.

Kapolres Bengkulu Utara, AKBP Drs Dadang Suwondo ketika ditemui RB di lokasi kemarin kejadian menduga ada benang merah antara kebakaran UPTD Diknas Talang Empat dengan kebakaran Kantor Camat Pagar Jati. ”Kami akan berusaha secepat mungkin mengungkap kasus ini,” ujar Dadang. (Sumber Koran Harian Rakyat Bengkulu)

CATATAN

Sejak awal aroma konflik memang sudah ditabuh oleh masyarakat Benteng. Persoalan ini tidak akan pernah mengarah pada hal-hal anarkis kalau saja pengambil kebijakan membaca dengan cermat UU No. 24 Tahun 2008 Tentang Pembentukan Kabupaten Bengkulu Tengah.

Artinya asprasi masyarakat Bengkulu Tengah Semestinya, harus ditampung dengan mengajak mereka untuk membicarakan siapa dan apa saja yang permasalahan yang muncul dalam membangun Bengkulu Tengah. Seorang pemimpin semstinya tidak merasa berada diruang hampa tanpa ada orang lain yang perlu diperhatikan.

Kalau lah memang atas nama kepentingan Masyarakat Bengkulu Tengah, mengapa bupati karateker yang diangkat tidak punya background pemerintahan kecuali dibidang kesehatan. Secara kasat mata ada kepentingan tersembunyi? tapi entah apa itu? tugas pihak yang berkopetenlah yang harus menyelidikinya
(Bogor, 25 Nopember 2008)
Share this Article on :

2 Komentar:

Hj. Erniwati SSos mengatakan...

Saya sependapat dengan Bapak, memang sudah seharusnya asprasi masyarakat Bengkulu Tengah ditampung dan segera diberikan solusi, sehingga gejolak sosial dapat terkendali. Gejolak sosial yang tak terkendali karena faktor kepemimpinan yang tidak diterima menyebabkan biaya sosial yang tinggi dan pada akhirnya perekonomian masyarakat jadi terganggu.

sefty riyani,SS mengatakan...

saya salah satu anak lembak yang sudah 12 tahun study di jakarta,tapi saya tetap apresiet dengan sgala perkembangan suku saya ini.saya mngikuti perkembangan pemekaran kab benteng sejak awal,dan saya pun optimis bahwa benteng will be handle at the right hand melihat para presidium dan masyarakat benteng yang solid,tetapi setelah saya tau bahwa yang menjadi karateker adalah sosok yang tidak ber-background pemerintahan outomaticlly saya underestimate untuk kemajuan benteng di tahun pertamanya.menurut saya alangkah baiknya jika para pejabat terkait mengakomodir aspirasi para rakyat benteng yang notaben nya tau betul pemimpin yang seperti apa yang mereka butuh kan di kabupaten mereka itu. tapi smua sudah terjadi,sekarang let's wait and see bagaimana benteng di gawangi oleh seorang yang tidak expert dibidang pemrintahan.berikan kesempatan kepada beliau untuk membuktikan kinerjanya,semoga apa yang menjadi momok masyarakat benteng tidak menjadi kenyataan. thanks

Poskan Komentar

 

© Copyright Yayasan Lembak Bengkulu 2010 -2011 | Design by: Usman Yasin.